Pasa Jati
Selasa, 24 Oktober 2017
pkb matematika kabupaten sleman
pengunjung yang berbahagia, saya akan berbagi ilmu yang didapat dari pkb yang saya ikuti. silahkan download materinya. semoga bermanfaathttps://drive.google.com/open?id=0B1aIbUfZ3rNBakxsRkdYZFAwc3c
Kamis, 12 Oktober 2017
Selasa, 08 Januari 2013
REFLEKSI AKHIR TAHUN
Refleksi kuliah
filsafat 4 Januari 2013
Refleksi Akhir Tahun
Setiap
akhir tahun banyak orang yang bersuka cita untuk menyambut tahun baru. Banyak
persiapan yang mereka lakukan tapi banyak yang tidak menyadari bahwa tahun baru
itu sejatinya umur yang telah di tetapkan ALLAH pada kita telah berkurang.
Akhir tahun sebaiknya kita instropeksi terhadap diri kita , selama tahun 2012
kegiatan apa yang telah kita lakukan, apakah kegiatan yang kita lakukan
meningkatkan kualitas hidup kita, apakah kegiatan yang kita lakukan semakin
mendekat kepada ALLAH atau sebaliknya. Dengan instropeksi tersebut kita dapat
membuat resolusi untuk tahun 2013. Tahun 2013 harus lebih baik dari tahun 2012
supaya kita tidak dianggap orang yang merugi. Untuk itu marilah kita rancang
kegiatan untuk tahun 2013. Salah satu rancangan kita dengan giat belajar dan
mengikut berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Kegiatan
tersebut misalnya mengikuti kegiatan di masjid untuk membentuk kondisi badan
dengan makanan dan beribadah yang tertib dan benar. Dengan mengikuti kegiatan
tersebut maka kita akan terbentuk karena kita di paksa untuk itu. Misalnya
sholat ketika sudah waktunya kita diminta sholat sehingga kita dapat sholat
tepat waktu berbeda dengan ketika kita di rumah tidak ada yang menginggatkan
kita. Apa yang kita dapatkan kegiatan di masjid tersebut sebaiknya terus kita
paksakan dalam kehidupan sehari hari.
Dalam
hidup kita harus mengatur pola makan dan pola tidur. Dalam makan islam telah
mengajarkan komposisi makanan yaitu 1/3 untuk makanan 1/3 untuk air dan 1/3 untuk makanan. Sehingga
dalam makan kita diajarkan supaya sampai kenyang. Hal tersebut sesuai dengan
sabda Nabi Muhammad SAW yaitu berpuasalah maka kamu akan sehat. Dengan berpuasa
organ pencernaan kita akan berhenti untuk istirahat sejenak. Misalnya montor
kita kalau selalu kita gunakan maka lama kelamaan akan rusak jika tidak
diistirahatkan dan di servis. Begitu pila diri kita. Organ pencernaann juga
perlu di istirahatkan dan di servis dengan puasa. Pola tidur juga harus kita
atur. Hal tersebut sesuai dengan diciptakan siang dan malam. ALLAH menciptakan
malam untuk beristirahat ,tapi seharusnya tidak semalaman suntuk kita istirahat
dalam tidur. Karena dalam keheningan malam sesungguhnya sangat baik untuk
berdoa untuk itu kita harus memfaatkannya dengan baik.
Ada
seorang teladan yang patut kita contoh yaitu Syayidina Umar Bin Khotob karena
ia terus berjuang selama hidupnya. Waktu siangnya ia gunakan untuk mengurus
umatnya karena ia adalah seorang khalifah. Waktu malamnya ia gunakan untuk
minta ampun dan pertolongan ALLAH SWT. Ia adalah sebenar benarnya contoh
pemimpin bangsa. Ia rela kurang makan asalkan rakyatnya kenyang, Ia rela kurang
tidur asalkan rakyatnya tidur pulas dan masih banyak lagi yang dapat kita
contoh darinya. Pribadi tersebut terbentuk karena Ia dibimbing langsung oleh
Rosulluloh SAW. Tapi jangan khawatir bagi kita yang tidak dapat bimbingan
langsung dari Rosulluloh SAW karena Beliau bersabda umat yang terbaik adalah umatku yang jauh dariKU
tetapi beliau taat menjalankan ajaranya.
Dalam
hidup godaan terbesar adalah suatu keriya’an karena riya’ merupakan dosa besar
setelah syiri’. Untuk itu dalam setiap perbuatan kita, kita harus menghindari riya’.
Saya
kurang sependapat dengan Prof Marsigit karena beliau lebih senang untuk diam
diri di masjid untuk beribadah terus menerus. Dalam hidup di dunia yang kita
butuhkan adalah kesimbangan yaitu keseimbangan dunia dan akherat. Jika beliau
lebih suka berdoa di masjid terus berarti beliau kurang seimbang. Terus
bagaimana dengan kewajibanya sebagai seorang kepala keluarga yang harus mencari
nafkah. Hal yang terbaik adalah kesimbangan antara dunia dan akherat. Yaitu
kita taat beribadah dan rajin mencari nafkah dan berjuang di jalan ALLAH.
Jika
saya mempunyai uang dan kesehatan ijinkanlah aku bertamu di tempatmu yang penuh
dengan barokahmu. Yaitu dalam sholat di Masjidmu yang mulia Masjidil Haram dan
Masjid Nabawi. Dapat berizarah ke tempat kekasihMU Nabi Muhammad SAW. Dapat berdoa
di padang arafah ketika musim haji. AMIEN YA ROBBAL’ALAMIN
Mohon
maaf jika ada kesalahan
PASA JATI PAMUNGKAS
PENDIDIKAN MATEMATIKA
KELAS C
12709251004
Rabu, 02 Januari 2013
Makalah Tugas Akhir
MAKALAH
PENDIDIKAN
MATEMATIKA DI PONDOK PESANTERN
Makalah Dibuat Dalam Rangka Melengkapi
Tugas-Tugas Perkuliahan
Filsafat Ilmu
dari Prof
Dr Marsigit M.A.
Tahun
2012 / 2013
oleh:
Pasa
Jati Pamungkas, S.Pd
12709251004
Kelas
c
PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI
YOGYAKARTA
2012
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...............................................................................................
1
DAFTAR ISI............................................................................................................
2
PENDAHULUAN....................................................................................................
3
PEMBAHASAN ......................................................................................................
5
KESIMPULAN .......................................................................................................
21
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................23
BAB I
PENDAHULUAN
Manusia
diberi nafsu dan pikiran yang harus kita kembangkan. Dengan hal itu menjadikan
manusia berbeda dengan makhluk yang lainnya. Dengan pikiran dan nawa nafsu
manusia dapat menjadi makhluk yang paling hina dan makhluk yang paling terpuji,
tergantung bagaimana manusia tersebut menggelolanya. Salah satu menggelolanya
dengan masuk ke pondok pesantern.
Pesantren,/ pondok pesantren, atau sering disingkat pondok atau ponpes, adalah sekolah Islam
berasrama yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di dalam
pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang al-Qur'an
dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata
bahasa-bahasa Arab. Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri)
belajar di sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh
pesantren (http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren). Dengan perkembangan zaman maka pesantren juga
berkembang sehingga muncul pesantern modern
yang mengabungkan antara pengetahuan keislaman / pelajaran pondok dengan pengetahuan umum / pengetahuan seperti
pada sekolah umum. Di pesantren modern
keilmuan santri akan seimbang antara ilmu agama yang kelak mengantarkan mereka
bahagia di akherat dengan ilmu pengetahuan umum yang akan menghantarkan mereka
hidup bahagia di dunia. Dengan keseimbangan tersebut banyak orabg tua yang yang
menyekolahkan anaknya di pondok pesantren modern . Dengan banyaknya animo dari
masyarakat sehingga sekarang bermunculan / berdiri pondok pesantren sehingga
banyak dibutuhkan guru untuk mengajar disana tidak hanya guru agama tetapi guru
pelajaran umum juga dibutuhkan tidak terkecuali guru matematika.
Menjadi
guru / ustad di pondok pesantern tidak
mudah karena banyak halangan yang dihadapi. Pesantren berbeda dengan sekolah
umum karena di pesantern santri tinggal di asrama sehingga ia bertanggung jawab
terhadap dirinya sendiri. Tanggung jawabnya diantara ia harus menyuci dan
menyetrika bajunya sendiri jika ia tidak diasrama mungkin sudah dicucikan dan
disetrikan orang tua atau di londry. Disamping ia harus bertanggung jawab
terhadap dirinya sendiri beban pelajaran yang ia jalani berbeda dengan orang
yang sekolah di sekolahan umum. Santri di pesantren harus sudah bangun pukul
03.00 untuk sholat tahajud kemudian di lanjutkan dengan sholat subuh dan tahfid
( menghafalkan Al Qur’an ) kemudian
sekolah seperti sekolah umum ampai jam 15.00 kemudian ekstra kurikuler sampai
jam 17.00 selanjutnya persiapan magrib disusul sholat magrib pengajian dan
sholat isya’ makan malam dan belajar mandiri sampai pukul 22.00 baru istirahat
di asrama sehingga kegiatan santri termasuk dalam kategori padat. Pelajaran
yang diterima santri juga lebih banyak di banding dengan siswa yang
sekolah umum. Jika pelajaran agama di
sekolah umum hanya 2 jam perminggu pelajaran agama di pesantern bisa mencapai
20 jam perminggu belum lagi tugas tahfid dan latihan menjadi dai ( orang yang mengisi pengajian ). Sehingga
banyak halangan / rintangan mengajar santri diantaranya anak yang tidur waktu
pelajaran, susahnya menerangkan karena banyaknya pelajaran yang dihadapi oleh
peserta didik.
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari
perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin
dan mengembangkan daya pikir manusia.( litbang.kemdikbud.go.id). Matematika
merupakan pelajaran yang penting untuk kehidupan manusia karena menjadi dasar
semua pelajaran sehingga matematika perlu diajarkan dari tingkat pendidikan
dasar sampai pendidikan di universitas.. Disamping menjadi dasar pelajaran yang
lain matematika mengajarkan orang untuk dapat berpikir logis, analitis,
sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi
tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh,
mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang
selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Sehingga di pesantren juga perlu ada
pelajaran matematika.
Pelajaran matematika merupakan momok untuk sebagian
orang karena kebanyakan orang telah takut dengan pelajaran matematika sehingga
tertanam dalam benak mereka bahwa matematika itu sulit. Karena dalam pikiran
siswa matematika sulit maka ia akan sulit mempelajari matematika. Ini sesuai
dengan kata bijak ALLAH bersama prasangka hanbanya. Jika orang menggangap
matematika sulit maka ia akan kesulitan dalam mempelajari matematika. Disamping
dari prasangka siswa bahwa matematika itu sulit , matematika obyeknya abstrak (
tidak dapat dirasakan dengan panca indera) dan diajarkan dengan herarki
sehingga jika materi awal siswa tidak jelas maka materi berikutnya ia akan
kesulitan.
Pelajaran matematika merupakan momok bagi siswa di
sekolahan umum. Penulis yakin matematika merupakan sebagai momok juga untuk
santri karena beban santri lebih banyak jika dibanding dengan siswa yang
sekolah di sekolahan umum. Supaya matematika tidak jadi momok di pesantren
maka perlu inovasi pembelajaran yang
lebih pada saat mengajar matematika di pondok pesantern. Disamping mengadakan
perubahan terhadap metode dalam mengajar penulis yakin perlunya merubah mind
set / pandangan santri tentang matematika. Mind set santri bahwa matematika itu
pelajaran yang sulit bahkan menyeramkan tetapi pelajaran matematika adalah
pelajaran yang mengasyikkan.
BAB II
PEMBAHASAN
Pesantren,/ pondok pesantren, atau sering disingkat pondok atau ponpes, adalah sekolah Islam
berasrama yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di dalam
pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang al-Qur'an
dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata
bahasa-bahasa Arab. Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri)
belajar di sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh
pesantren (http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren).
Ada
beberapa definisi pondok pensantern yang dikemukakan oleh beberapa Ahli, antara
lain adalah sebagai berikut :
1. Menurut Zamakhsyari
Dhofier dalam M. Asrori Ardiansyah
Pesantren adalah sebuah asrama
pendidikan tradisional, dimana para siswanya semua tinggal bersama dan belajar
dibawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kiai dan mempunyai
asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam komplek yang
juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar dan kegiatan
keagamaan lainnya. Komplek ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat
mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku
2.
Menurut Mastuhu dalam M. Asrori Ardiansyah
Pesantren merupakan lembaga
pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran
agama Islam dengan menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman
hidup bermasyarakat sehari-hari
3. Menurut Sudjoko Prasojo dalam M. Asrori Ardiansyah
Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran
agama, umumnya dengan cara non klasikal, dimana seorang kiai mengajarkan ilmu
agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam
bahasa arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di
pondok (asrama) dalam pesantren tersebut.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
pesantern atau pondok pesantern adalah lembaga
pendidikan yang bernafaskan Islam yang
ada di Indonesia untuk memahami, menghayati,
mengamalkan ajaran Islam (Tafaqquh Fiddien) dengan menekankan moral agama
sebagai pedoman hidup bermasyarakat, yang didalamnya mengandung beberapa elemen
yang tidak bisa dipisahkan, yang antara lain kiai sebagai pengasuh sekaligus
pendidik, masjid sebagai sarana peribadatan sekaligus berfungsi sebagai tempat
pendidikan para santri dan asrama sebagai tempat tinggal dan belajar santri.
Seiring
perkembangan zaman, serta tuntutan masyarakat atas kebutuhan pendidikan umum, kini banyak pesantren
yang menyediakan menu pendidikan umum dalam pesantren. kemudian muncul istilah pesantren Salaf
dan pesantren Modern,
pesantren Salaf adalah pesantren yang murni mengajarkan Pendidikan Agama
sedangkan Pesantren Modern
menggunakan system pengajaran pendidikan umum atau Kurikulum / memadukan pelajaran pondok/ agama dengan pelajaran umum.
1. Pesantren salafi
Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja
umumnya disebut pesantren salafi. Pola tradisional yang
diterapkan dalam pesantren salafi adalah para santri bekerja untuk kyai mereka
- bisa dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya -
dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut.
Sebagian besar pesantren salafi menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para
santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama
sekali. Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari
dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari salat shubuh
di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam. Pada waktu siang,
para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore
mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustadz mereka untuk memperdalam
pelajaran agama dan al-Qur'an.
2.Pesantren modern
Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum,
dimana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada
ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya). Ini sering disebut dengan istilah pondok
pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari
kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada pesantren
dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam,
para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah. Pesantren campuran
untuk tingkat SMP
kadang-kadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA dengan nama Madrasah
Aliyah. Namun, perbedaan pesantren dan madrasah
terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama,
sementara dalam madrasah tidak (http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren)
Metode
pembelajaran di pesantren ada yang bersifat tradisional, yaitu metode
pembelajaran yang diselenggarakan menurut kebiasaan-kebiasaan yang telah lama
dipergunakan dalam institusi pesantren atau merupakan metode pembelajaran asli
pesantren. Ada pula metode pembelajaran baru (tajdid), yaitu metode
pembelajaran hasil pembaharuan kalangan pesantren dengan mengintrodusir
metode-metode yang berkembang di masyarakat modern. Penerapan metode baru juga
diikuti dengan penerapan sistem baru, yaitu sistem sekolah atau klasikal.
Berikut ini adalah metode-metode pembelajaran tradisional yang merupakan metode
pembelajaran asli pesantren yaitu:
a. Metode Sorogan
Metode
sorogan merupakan kegiatan pembelajaran para santri yang lebih menitik beratkan
pada pengembangan kemampuan perseorangan di bawah bimbingan seorang ustadz atau
kyai.
b. Metode Bandongan/Wetonan
Berbeda
dengan metode sorogan, dalam metode bandongan ini kyai menghadapi sekelompok
santri yang masing-masing memegang kitab yang sama. Kyai membacakan,
menterjemahkan, menerangkan dan sesekali mengulas teks-teks kitab yang
berbahasa Arab tanpa harakat (gundul). Sementara itu, para santri memberikan
harakat, atatan simbul-simbul kedudukan kata, memberikan makna di bawah kata
(makna gandul), dan keterangan-keterangan lain pada kata-kata yang dianggap
perlu serta dapat membantu memahami teks.
c. Metode Musyawarah/Bahtsul Masa’il
c. Metode Musyawarah/Bahtsul Masa’il
Metode
ini lebih mirip dengan metode diskusi atau seminar. Para santri dalam jumlah
tertentu duduk membentuk halaqah dan dipimpin langsung oleh kyai atau bisa juga
santri senior untuk membahas /
mengkaji suatu persoalan yang telah ditentukan. sebelumnya.
d. Metode Pengajian Pasaran
Metode pengajian
pasaran adalah kegiatan belajar para santri melalui pengkajian materi (kitab)
tertentu pada seorang kyai senior yang dilakukan secara terus menerus (maraton)
selama tenggang waktu tertentu.
e. Metode Hapalan/Muhafazhah
e. Metode Hapalan/Muhafazhah
Metode hapalan
ialah kegiatan belajar santri dengan cara menghapal suatu teks tertentu di
bawah bimbingan dan pengwasan kyai atau ustadz.
f. Metode Demonstrasi/Praktek ibadah.
Metode demonstrasi atau praktek ibadah ialah cara pembelajaran dengan memperagakan (mendemonstrasikan) suatu ketrampilan dalam hal pelaksanaan ibadah tertentu yang dilakukan secara perorangan atau kelompok di bawah petunjuk dan bimbingan kyai atau ustadz.
g. Metode Rihlah Ilmiyah
f. Metode Demonstrasi/Praktek ibadah.
Metode demonstrasi atau praktek ibadah ialah cara pembelajaran dengan memperagakan (mendemonstrasikan) suatu ketrampilan dalam hal pelaksanaan ibadah tertentu yang dilakukan secara perorangan atau kelompok di bawah petunjuk dan bimbingan kyai atau ustadz.
g. Metode Rihlah Ilmiyah
Metode rihlah
ilmiyah adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan melalui kegiatan kunjungan
(perjalanan) menuju ke suatu tempat tertentu dangan tujuan untuk mencari ilmu.
h. Metode Muhawarah/Muadatsah
h. Metode Muhawarah/Muadatsah
Metode
Muhawarah merupakan latihan bercakap-cakap dengan bahasa Arab, dalam beberapa
pondok pesantren juga dengan bahasa Inggris yang diwajibkan oleh pondok kepada
para santri selama mereka tinggal di pondok pesantren.
i. Metode Riyadhah
i. Metode Riyadhah
Metode Riyadhah ialah
metode pembelajaran yang menekankan pada olah batin yang bertujuan mensucikan
hati berdasarkan petunjuk dan bimbingan kyai. (http://khofif.wordpress.com/2009/01/17/pola-pendidikan-santri-pada-pondok-pesantren/)
Penulis hanya membahas matematika di pesantren
modern karena di pesantern modernlah matematika diajarkan. Pesantren modern adalah
pesantern yang menggabungkan antara materi agama dan materi pengetahuan umum
sehingga beban yang harus di bawa santri dua kali lipat di banding siswa yang
bersekolah di sekolahan umum yang hanya berkonsentrasi pada ilmu umum.
Penulis sebagai pengajar di
pesantren dan pernah mengajar di sekolah umum sehingga mempunyai sedikit
pengalaman tentang dunia pesatren dan sekolah umum. Yang penulis bahas di
makalah ini adalah pesantern modern yang menggabungkan antara pengetahuan agama
dan pengetahuan umum sedangkan siswanya di panggil santri , gurunya di panggil ustad.
Semua santri tinggal di asrama dan
ustadnya ada yang tinggal di asrama. Penulis adalah pengajar di Pondok
Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School yang berada di marangan kalurahan
Bokoharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Yonyakarta. Pesantren tersebut
masih baru , tapi santrinya sudah mampir di semua pulau di Indonesia
ada dari pulau Sumatra sampai pulau Irian .
Penulis
sebagai pengajar di pesantren dan pernah mengajar di sekolah umum sehingga
mempunyai sedikit pengalaman tentang dunia pesatren dan sekolah umum. Yang
penulis bahas di makalah ini adalah pesantern modern yang menggabungkan antara
pengetahuan agama dan pengetahuan umum sedangkan siswanya di panggil santri ,
gurunya di panggil ustad. Semua santri tinggal di asrama dan ustadnya ada yang tinggal di asrama. Penulis
adalah pengajar di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School yang
berada di marangan kalurahan Bokoharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman
Yonyakarta. Pesantren tersebut masih baru , tapi santrinya sudah mampir di
semua pulau di Indonesia ada dari pulau Sumatra sampai pulau Irian .
Penulis di Pondok Pesantren
Modern Muhammadiyah Boarding School mengajar matematika kelas 2 SMP dan kelas 2
IPS SMA. Disana kelasnya di bagi menurut jenis kelamin jadi santriwan terpisah
dengan santriwati.
Matematika merupakan ilmu
universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting
dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia (litbang.kemdikbud.go.id/).Sedangkan
menurut Herman Hudojo dalam Ali Mahmudi matematika berkenaan dengan ide-ide,
struktur-struktur dan hubungannya yang diatur dengan konsep-konsep abstrak.
Sementara Slamet Dajono dalam Ali Mahmudi memberikan 3 macam pengertian
elementer mengenai matematika sebagai berikut.
1. Matematika
sebagai ilmu pengetahuan tentang bilangan dan ruang.
2. Matematika
sebagai studi ilmu pengetahuan tentang klasifikasi dan konstruksi berbagai struktur dan pola yang dapat
diimajinasikan.
3. Matematika
sebagai kegiatan yang dilakukan oleh para matematisi
Dari pengertian tersebut dapat
disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu yang mendasari perkembangan teknologi struktur-struktur dan hubungannya yang diatur dengan
konsep-konsep abstrak dan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh para matematisi.
Matematika
diajarkan dari pendidikan dasar sampai universitas mempunyai tujuan yang
penting karena pelajaran ini berbeda dengan pelajaran lainnya. Mata pelajaran
matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan
antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma, secara luwes, akurat,
efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan
manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau
menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami
masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi
yang diperoleh
4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel,
diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam
kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam
mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan
masalah (litbang.kemdikbud.go.id/).
Untuk mencapai tujuan tersebut
maka perlu adanya ruang lingkup dalam pelajaran matematika. Ruang
lingkup materi matematika adalah aljabar, pengukuran dan geomerti, peluang dan
statistik, trigonometri, serta kalkulus.Kompetensi
aljabar ditekankan pada kemampuan melakukan dan menggunakan operasi hitung pada
persamaan, pertidaksamaan dan fungsi. Pengukuran dan geometri ditekankan pada
kemampuan menggunakan sifat dan aturan dalam menentukan porsi, jarak, sudut,
volum, dan tranfrormasi. Peluang dan statistika ditekankan pada menyajikan dan
meringkas data dengan berbagai cara.Trigonometri ditekankan pada menggunakan
perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri.Kalkulus ditekankan
pada mengunakam konsep limit laju perubahan fungsi.
Untuk membuat santri lebih
menyukai pelajaran matematika kita perlu menceritakan sejarah matematika.
Dengan mengetahui sejarah matematika diharapkan santri akan termotivasi dengan
pembelajaran matematika karena matematika ilmu bukan wahyu yang datang dari
ALLAH. Karena matematika itu ilmu maka ia dapat di pelajari oleh semua orang
dan dapat dikembangkan. Dengan dipaparkan sejarahnya santri akan termotivasi
belajar matematika supaya dapat menemukan rumus dan namanya di kenang sepanjang
masa. Berikut penulis tuangkan sejarah matematika yang di cuplik dari http://astutisetyoningsih.blogspot.com/ sebagai berikut :
A.Secara Geografis
1. Mesopotamia
- Menentukan system bilangan pertama kali
- Menemukan system berat dan ukur
- Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh
notasi
berbentuk baji
2. Babilonia
- Menggunakan sitem desimal dan π=3,125
- Penemu kalkulator pertama kali
- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi
- Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat
- Geometrinya bersifat aljabaris
- Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang
berkembang
- Sudah mengenal teorema Pythagoras
3. Mesir Kuno
- Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi
- Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM
-Mengenal tripel Pythagoras
- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika
- Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10
4. Yunani Kuno
- Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)
- Pencetus awal konsep nol adalah Al Khwarizmi
- Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan
kerucut
- Hipassus penemu bilangan irrasional
- Diophantus penemu aritmatika (pembahasan
teori-teori bilangan yang isinya merupakan
pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan)
- Archimedes membuat geometri bidang datar
- Mengenal bilangan prima
5. India
- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad
- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran
- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal
- Brahmagyupta menemukan bilangan negatif
- Rumus a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”
- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema
Pythagoras,transformasi
dan segitiga pascal
6. China
- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM
- Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system
biner,
aljabar, geometri, trigonometri dan
kalkulus
- Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu
persamaan system horner untuk menyelesaikan persamaan
Kuadrat
B.Berdasarkan Tokoh
1. Thales (624-550 SM)
Dapat disebut matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau proposisi,
dimana tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid. Landasan
matematika sebagai ilmu terapan rupanya sudah diletakan oleh Thales sebelum
muncul Pythagoras yang membuat bilangan.
2. Pythagoras (582-496 SM)
Pythagoras adalah orang yang pertama kali mencetuskan aksioma-aksioma,
postulat-postulat yang perlu dijabarkan ter lebih dahulu dalam
mengembangkan geometri. Pythagoras bukan
orang yang menemukan suatu teorema Pythagoras
namun dia berhasil membuat pembuktian matematis.
3. Socrates (427-347 SM)
Ia merupakan seorang filosofi besar dari Yunani. Dia juga menjadi pencipta
ajaran serba cita, karena itu filosofinya dinamakan idealisme. Ajarannya lahir
karena pergaulannya dengan kaum sofis. Plato merupakan ahli piker pertama yang menerima paham adanya alam bukan benda.
4. Ecluides (325-265 SM)
Euklides disebut sebagai “Bapak Geometri” karena menemuka teori bilangan
dan geometri. Subyek-subyek yang dibahas adalah bentuk-bentuk, teorema
Pythagoras, persamaan dalam aljabar,
lingkaran, tangen,geometri ruang, teori proporsi dan lain-lain. Alat-alat
temuan Eukluides antara lain mistar dan jangka.
5. Archimedes (287-212 SM)
Dia mengaplikasikan prinsip fisika dan matematika. Dan juga menemukan perhitungan π (pi) dalam menghitung luas
lingkaran. Ia adalah ahli matematika
terbesar sepanjang zaman dan di zaman kuno. Tiga kaaarya Archimedes membahas geometri bidang datar, yaitu
pengukuran lingkaran, kuadratur dari
parabola dan spiral.
6. Appolonius (262-190 SM)
Konsepnya mengenai parabola, hiperbola, dan elips banyak memberi
sumbangan bagi astronomi modern. Ia
merupakan seorang matematikawan tang ahli dalam
geometri. Teorema Appolonius menghubungkan beberapa unsur dalam
segitiga.
7. Diophantus (250-200 SM)
Ia merupakan “Bapak Aljabar” bagi Babilonia yang mengembangkan konsep-konsep aljabar Babilonia. Seorang
matematikawan Yunani yang bermukim di
Iskandaria. Karya besar Diophantus
berupa buku aritmatika, buku karangan
pertama tentang system aljabar. Bagian yang terpelihara dari
aritmatika Diophantus berisi pemecahan
kira-kira 130 soal yang menghasilkan
persamaan-persamaan tingkat pertama.
Matematika merupakan pelajaran yang menjadi momok maka
perlu inovasi pembelajaran yang signifikan. Pembelajaran matematika diantaranya
dengan memandang bahwa matematika yang kita ajarkan kepada santri tersebut
merupakan matematika sekolah bukan pure
mathematics. Ebbutt and Straker dalam marsigit (2011 )mendefinisikan
SCHOOL MATHEMATICS, yang kemudian
disebut saja sebagai Hakekat Matematika Sekolah sebagai berikut:
1. Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau
hubungan
2. Matematika adalah kegiatan problem solving
3.Matematika adalah kegiatan investigasi
4. Matematika adalah komunikasi
2. Matematika adalah kegiatan problem solving
3.Matematika adalah kegiatan investigasi
4. Matematika adalah komunikasi
Menurut Soedjadi dalam Ali Mahmudi , matematika sekolah
tidak sama dengan matematika sebagai ilmu dalam hal penyajiannya, pola
pikirnya, keterbatasan semestanya, dan tingkat keabstrakannya. Untuk
mempermudah penyampaiannya, penyajian butir-butir matematika harus disesuaikan
dengan perkiraan perkembangan intelektual siswa, misalnya dengan menurunkan
tingkat keabstrakannya, atau dalam batas-batas tertentu menggunakan pola pikir
induktif, khususnya untuk siswa di sekolah tingkat rendah, mengingat mereka
belum dapat berpikir secara abstrak dan menggunakan pola pikir deduktif. Dengan
demikian maka pembelajaran matematika akan lebih mudah diterima oleh peserta
didik. Sehingga peserta didik / santri lari dengan pelajaran matematika karena dalam
pembelajaranya memperhatikan tingkat berfikirnya.
Pembelajaran matematika di
sekolah tidak hanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan matematika
yang bersifat material, yaitu untuk membekali siswa agar menguasai matematika
dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun lebih dari itu,
pembelajaran matematika juga dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan matematika yang bersifat formal, yaitu untuk
menata nalar siswa dan membentuk kepribadiannya.
Pembelajaran matematika
hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga tidak hanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan dalam
ranah kognitif, tetapi juga untuk mencapai
tujuan dalam ranah afektif dan psikomotor. Pembelajaran matematika yang baik tidak hanya dimaksudkan untuk
mencerdaskan siswa, tetapi juga dimaksudkan
untuk menghasilkan siswa yang berkepribadian baik. Ini sesuai dengan
tujuan pesantren yang inggin mencetak santri yang berkepribadian unggul.
Sehingga pembelajaran matematika akan menunjang visi dan misi pesantren. Jika tujuan pembelajaran ini tercapai dan
semua pelajaran bertujuan bukan hanya mencerdaskan otak tetapi juga
kepribadianya maka di Indonesia akan segera mencetak generasi emas yaitu
generasi yang berilmu dan berkepribadian yang unggul sehingga bangsa Indonesia
dapat bersaing dengan bangsa lainnya.
Pembelajaran untuk menciptakan
generasi emas seharusnya mempunyai perbedaan dengan pembelajaran yang ada .
Pembelajaran seharusnya menyesuaikan dengan keingginan peserta didik / santri.
Dengan kita memperhatikan keingginan peserta didik maka peserta didik akan
termotivasi dalam pembelajaran yang kita ampun. Disini penulis sampaikan apa
harapan siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika yang di kutip dari
elegi permintaan si murid cerdas kepada
guru matematika yang di tulis Marsigit yang isinya sebagai berikut :
Guru Matematika:
Wahai muridku, engkau kelihatan berbeda dan kelihatan cerdas. Sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi Guru Matematika di kelasmu maka apakah permintaan-permintaanmu kepadaku?
Wahai muridku, engkau kelihatan berbeda dan kelihatan cerdas. Sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi Guru Matematika di kelasmu maka apakah permintaan-permintaanmu kepadaku?
Murid:
1.Aku menginginkan agar pelajaran matematika itu menyenangkan bagi diriku, memberi semangat kepadaku, dan bermanfaat bagiku.
2.Aku juga ingin bahwa pelajaran matematika itu mudah aku pelajari.
3.Aku harap engkau juga menghargai pengetahuan-pengetahuan yang sudah aku miliki.
4.Aku ingin juga bahwa pelajaran matematika itu mempunyai keindahan, sesuai dengan norma dan nilai agama.
5.Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaran matematika itu dimulai.
6.Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar matematika.
7. Aku juga ingin engkau agar memberi kesempatan kepada diriku agar aku bisa mempersiapkan psikologis diriku dalam mengikuti pelajaran matematika.
8.Aku juga berharap agar pelajaran matematika itu engkau persiapakan sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas.
9.Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Jika nilaiku jelek, janganlah engkau remehkan diriku, tetapi jika nilaiku terbaik maka janganlah terlalu disanjung-sanjung.
10.Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis.
11. Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi.
12.Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku.
13.Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Kenapa guru, aku belajar matematika musti menunggu hari Selasa, padahal pada hari Selasa yang telah aku tunggu-tunggu terkadang engkau tidak dapat mengajar dikarenakan mendapat tugas yang lebih penting.
14.Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar matematika yang baik.
Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modul-modul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran matematika untukku.
15. Aku ingin sekali tempo juga belajar di luar kelas. Kelihatannya belajar diluar kelas udaranya lebih segar dan menyenangkan.
16.Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri.
17.Aku memohon agar engkau mempercayaiku. Kepercayaanmu kepadaku itu merupakan kekuatan bagiku untuk memperoleh pengetahuanku. Tolong sekali lagi tolong, percayailah diriku, bahwa jika aku diberi kesempatan maka insyaAllah aku bisa.
18.Permintaan terakhirku adalah apakah bisa engkau Guruku, untuk kami yang beraneka ragam, berilah kesempatan untuk mempelajari matematika yang beraneka ragam pula, dengan alat peraga atau fasilitas yang beraneka ragam pula, dengan buku matematika yang beraneka ragam pula, dengan kompetensi yang beraneka ragam pula, dengan waktu yang beraneka ragam pula, walaupun kami semua ada dalam satu kelas, yaitu kelas pembelajaran matematika yang akan engkau selenggarakan.
Demikian guru permohonanku, saya minta maaf atas banyaknya permintaanku karena sesungguhnya permintaanku itu telah aku kumpulkan dalam jangka waktu yang lama. Sampai aku menunggu ada seorang guru yang bersifat terbuka untuk menerima permohonan dan saran dari muridnya.
1.Aku menginginkan agar pelajaran matematika itu menyenangkan bagi diriku, memberi semangat kepadaku, dan bermanfaat bagiku.
2.Aku juga ingin bahwa pelajaran matematika itu mudah aku pelajari.
3.Aku harap engkau juga menghargai pengetahuan-pengetahuan yang sudah aku miliki.
4.Aku ingin juga bahwa pelajaran matematika itu mempunyai keindahan, sesuai dengan norma dan nilai agama.
5.Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaran matematika itu dimulai.
6.Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar matematika.
7. Aku juga ingin engkau agar memberi kesempatan kepada diriku agar aku bisa mempersiapkan psikologis diriku dalam mengikuti pelajaran matematika.
8.Aku juga berharap agar pelajaran matematika itu engkau persiapakan sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas.
9.Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Jika nilaiku jelek, janganlah engkau remehkan diriku, tetapi jika nilaiku terbaik maka janganlah terlalu disanjung-sanjung.
10.Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis.
11. Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi.
12.Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku.
13.Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Kenapa guru, aku belajar matematika musti menunggu hari Selasa, padahal pada hari Selasa yang telah aku tunggu-tunggu terkadang engkau tidak dapat mengajar dikarenakan mendapat tugas yang lebih penting.
14.Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar matematika yang baik.
Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modul-modul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran matematika untukku.
15. Aku ingin sekali tempo juga belajar di luar kelas. Kelihatannya belajar diluar kelas udaranya lebih segar dan menyenangkan.
16.Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri.
17.Aku memohon agar engkau mempercayaiku. Kepercayaanmu kepadaku itu merupakan kekuatan bagiku untuk memperoleh pengetahuanku. Tolong sekali lagi tolong, percayailah diriku, bahwa jika aku diberi kesempatan maka insyaAllah aku bisa.
18.Permintaan terakhirku adalah apakah bisa engkau Guruku, untuk kami yang beraneka ragam, berilah kesempatan untuk mempelajari matematika yang beraneka ragam pula, dengan alat peraga atau fasilitas yang beraneka ragam pula, dengan buku matematika yang beraneka ragam pula, dengan kompetensi yang beraneka ragam pula, dengan waktu yang beraneka ragam pula, walaupun kami semua ada dalam satu kelas, yaitu kelas pembelajaran matematika yang akan engkau selenggarakan.
Demikian guru permohonanku, saya minta maaf atas banyaknya permintaanku karena sesungguhnya permintaanku itu telah aku kumpulkan dalam jangka waktu yang lama. Sampai aku menunggu ada seorang guru yang bersifat terbuka untuk menerima permohonan dan saran dari muridnya.
Inilah
sekelumit permintaan siswa yang seharusnya kita fasilitasi dengan baik. Sebagai
pendidik kita jangan memandang itu sebagai permintaan yang berlebih. Ini adalah
suara hati siswa kita yang sering kita dholimi dan kita aniyaya dengan kuasa
kita sebagai guru. Dengan adanya permintaan yang sekelumit itu dorongan kita
untuk meningkatkan pembelajaran di kelas. Kita harus instropeksi bagaimana cara
mengajar kita selama ini. Semoga ALLAH memberi hidayah kepada kita sehingga
menjadi pendidik yang dapat menghantarkan cita cita peserta didik dan pendidik
yang selalu di harapkan kehadiranya oleh siswa bukan kehadiran tugas kita .
Penulis
sedikit memaparkan bagaimana / cara mengatasi permintaan siswa seperti yang di
ungkapan dalam elegi permintaan murid cerdas kepada guru matematika. Salah satu permintaan siswa
adalah Aku juga
mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku
dan pengertianku sendiri. Untuk mengatasi permintaan siswa tersebut maka siswa menjadi subjek
pembelajaran merupakan solusi yang penulis anggap sangat cocok. Dengan siswa
menjadi obyek pembelajaran maka pembelajaran akan mengarah ke student center
bukan teacher center sehingga peran guru hanya sebagai fasilitator dalam
kegiatan belajar mengajar (kbm). Metode yang dapat dipakai antara lain dengan
metode kooperatif. Pembelajaran
Kooperatif atau Cooperative Learning
merupakan istilah umum untuk sekumpulan strategi pengajaran yang dirancang
untuk mendidik kerja sama kelompok dan interaksi antarsiswa Tujuan pembelajaran
kooperatif setidak-tidaknya
meliputi tiga tujuan pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik , penerimaan terhadap
keragaman, dan pengembangan keterampilan social (http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_kooperatif) . Dengan metode kooperatif maka siswa akan
bekerja sama dengan siswa yang lain dalam membangun pengetahuannya sendiri.
Dengan metode kooperatif siswa diajarkan bekerja sama dengan orang lain
sehingga pada kegiatan di luar sekolah / di kehidupan bermasyarakat dapat
diterapkan supaya menjadi anggota masyarakat yang dapat bekerja sama dengan
masyarakat lainnya dalam membangun daerah.
Metode
pembelajaran kooperatif mempunyai banyak macam diantaranya :
1.
Pembelajaran Kooperatif Jigsaw.
2.
Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number
Heads Together).
3.
Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student
Teams Achievement Divisions).
4.
Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team
Assisted Individualization atau Team Accelerated Instruction).
5. Model
Pembelajaran Kooperatif TPS (Think-Pair-Shar).
6. Model
Pembelajaran Kooperatif : Picture and
Picture.
7. Model
Pembelajaran Kooperatif : Problem Posing.
8. Model
Pembelajaran Kooperatif : Problem Solving.
9. Model
Pembelajaran Kooperatif : (TGT) Team
Games Tournament.
10. Model Pembelajaran Kooperatif : CIRC ( Cooperative Integrated Reading and Composition ).
11. Model
Pembelajaran Kooperatif : Daur Belajar (Learning
Cycle )
12. Model
Pembelajaran Kooperatif :CS ( Cooperative
Script ).
13. Model pembelajaran kooperatif make
a match (mencari pasangan).
14. Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation.
15. Model pembelajaran kooperatif PBL (Problem Base Learning).
16. Model pembelajaran kooperatif Two
Stay Two Stray ( dua tinggal-dua tamu).
17. Model pembelajaran kooperatif IOC
(inside Outside Circle ).
18. Model pembelajaran kooperatif Snowball
throwing.
Dengan banyaknya model
pembelajaran kooperatif sehingga pendidik tinggal memilih mau cara yang mana
dalam mengajarkan karena tidak ada metode yang cepat untuk semua materi
pelajaran matematika. Pendidik memilih mana metode yang tepat disesuaikan
dengan materi yang ada dan fasilitas yang ada. Dengan siswa menjadi subjek
pembelajaran dengan tidak langsung kita mengapresiasi salah satu permintaan murid yaitu aku memohon agar engkau guru mempercayaiku. Kepercayaanmu guru kepadaku itu merupakan kekuatan bagiku untuk
memperoleh pengetahuanku. Dengan kita mempercayakan murid sebagai subjek pembelajaran maka mereka
dapat mengkustruk / membangun pengetahuannya sendiri. Siswa akan lebih mengerti
matematika jika mereka dapat membangun pengetahuannya sendiri.
Disamping itu yang
harus dilakukan oleh pendidik, dalam elegi permintaan si murid cerdas di
jelaskan ole orang tua berambut putih dalam memfasilitasi permintaan / harapan
seorang murid kepada gurunya, guru dapat melakukan diantaranya Hijrahlah, berubahlah,
bergeraklah.
Dalam hal ini yang disarankan orang yang disarankan oleh orang tua berambut
putih kepada semua guru adalah mengubah paradigma :
1.dari transer of knowledge menjadi to facilitate
2.dari directed-teaching menjadi less directed-teaching
3.dari menekankan kepada teaching menjadi menekankan kepada learning
4.dari metode tunggal menjadi metode jamak
5.dari metode yang monoton menjadi metode yang dinamis dan fleksibel
6.dari textbook oriented menjadi problem-based oriented
7. dari UNAS oriented menjadi process-product oriented
8.dari cepat dan tergesa-gesa menjadi sabar dan menunggu
9.dari mewajibkan menjadi menyadarkan
10. dari tanya jawab menjadi komunikasi dan interaksi
11.dari otoriter menjadi demokrasi
12.dari penyelesaian tunggal menjadi open-ended
13.dari ceramah menjadi diskusi
14.dari klasikal menjadi klasikal, kelompok besar, kelompok kecil dan individual
15.dari guru sebagai aktor menjadi siswa sebagai aktor
16.dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa
17.dari mencetak menjadi menembangkan
18.dari guru menanamkan konsep menjadi siswa membangun atau menemukan konsep
19.dari motivasi eksternal menjadi motivasi internal
20. dari siswa mendengarkan menjadi siswa berbicara
21. dari siswa duduk dan menunggu menjadi siswa beraktivitas
22. dari siswa pasif menjadi siswa aktif
23.dari kapur dan papan tulis saja menjadi media dan alat peraga
24.dari abstrak menjadi kongkrit
25.dari inisiatif guru menjadi inisiatif siswa
26.dari contoh oleh guru menjadi contoh oleh siswa
27.dari penjelasan oleh guru menjadi penjelasan oleh siswa
28.dari kesimpulan oleh guru menjadi kesimpulan oleh siswa
29.dari konvensional menuju teknologi
30.dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu
31.dari hasil yang tunggal menjadi hasil yang plural
1.dari transer of knowledge menjadi to facilitate
2.dari directed-teaching menjadi less directed-teaching
3.dari menekankan kepada teaching menjadi menekankan kepada learning
4.dari metode tunggal menjadi metode jamak
5.dari metode yang monoton menjadi metode yang dinamis dan fleksibel
6.dari textbook oriented menjadi problem-based oriented
7. dari UNAS oriented menjadi process-product oriented
8.dari cepat dan tergesa-gesa menjadi sabar dan menunggu
9.dari mewajibkan menjadi menyadarkan
10. dari tanya jawab menjadi komunikasi dan interaksi
11.dari otoriter menjadi demokrasi
12.dari penyelesaian tunggal menjadi open-ended
13.dari ceramah menjadi diskusi
14.dari klasikal menjadi klasikal, kelompok besar, kelompok kecil dan individual
15.dari guru sebagai aktor menjadi siswa sebagai aktor
16.dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa
17.dari mencetak menjadi menembangkan
18.dari guru menanamkan konsep menjadi siswa membangun atau menemukan konsep
19.dari motivasi eksternal menjadi motivasi internal
20. dari siswa mendengarkan menjadi siswa berbicara
21. dari siswa duduk dan menunggu menjadi siswa beraktivitas
22. dari siswa pasif menjadi siswa aktif
23.dari kapur dan papan tulis saja menjadi media dan alat peraga
24.dari abstrak menjadi kongkrit
25.dari inisiatif guru menjadi inisiatif siswa
26.dari contoh oleh guru menjadi contoh oleh siswa
27.dari penjelasan oleh guru menjadi penjelasan oleh siswa
28.dari kesimpulan oleh guru menjadi kesimpulan oleh siswa
29.dari konvensional menuju teknologi
30.dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu
31.dari hasil yang tunggal menjadi hasil yang plural
Dengan
melihat apa yang dipaparkan orang tua berambut putih dalam elegi permintaan
murid cerdas kepada guru matematika dan mengikuti perkulihan filsafat setiap
hari kamis pukul 13.00 bersama Prof Marsigit penulis mengharapkan ujian
nasional bukan sebagai tolak ukur yang utama pembelajaran matematika di
Indonesia karena ujian nasional yang jawabanya berupa pilihan ganda membuat
anak mementingkan hasil bukan proses. Matematika adalah pelajaran yang
mementingkan proses. Dengan proses guru dapat melihat kemampuan siswanya. Jika
di sekolah pembelajaranya hanya mementingkan jadi tidak ada bedanya sekolah
dengan bimbingan belajar. Bimbingan belajar merupakan produk dari powernow yang
inggin merusak bangsa kita dengan mengenalkan metode yang praktis dalam
mengerjakan matematika tanpa didasari oleh konsep yang kuat. Dengan metode
cepat siswa akan malas mempelajari konsep karena ada cara yang mudah kenapa harus mempelajari konsep yang sulit. Dengan
metode yang praktis siswa akan kesulitan membuktikan suatu teorema atau suatu konsep
sehingga bangsa ini sulit unutk berkembang karena pembelajarannya mementingkan hasil
bukan proses. Dengan mementingkan proses maka kita dituntut untuk selalu berfikir
untuk mencari berbagai cara mengerjakan sehingga kreativitas kita terbentuk. Dengan
kreativitas maka kita dapat menemukan berbagai penemuan yang bermanfaat.Untuk
itu mari kita rubah pembelajaran kita berdasarkan proses. Dengan
berdasarkan proses maka dapat terbentuk
intuisi matematika dalam diri siswa. Dengan intuisi maka siswa dapat menemukan
rumus matematika yang baru / penemuan yang lain sehingga namanya akan di kenang
sepanjang masa seperti nama tokoh matematika yang ada di atas.
BAB III
KESIMPULAN
Pembelajaran matematika di
sekolah umum dan pesantren seharusnya sama karena matematika di berikan kepada
semua orang tidak terkecuali santri yang belajar di pesantren. Untuk itu kita
sebagai pendidik matematika jangan mendiskriminasikan peserta didik antara yang
di pesantren dan di sekolah umum. Tetapi dalam pembelajaranya kita harus patuh
dengan aturan / cara pendidikan di pesantren supaya kultur pesantrenya tidak
hilang.
Pesantren
modern adalah pesantern yang menggabungkan antara materi agama dan materi
pengetahuan umum sehingga beban yang harus di bawa santri dua kali lipat di
banding siswa yang bersekolah di sekolahan umum yang hanya berkonsentrasi pada
ilmu umum. Untuk itu karena beban yang harus santri alami mengakibatkan
sulitnya santri memahami materi yang diajarkan. Untuk itu perlu melihat apa
yang diingginkan peserta didik / santri dan guru perlu merubah paradigma dan berinovasi dalam mengajar di pesantren. Salah satu
inovasinya adalah dengan pembelajaran yang menjadikan santri sebagai subyek
pembelajaran bukan obyek pembelajaran. Untuk itu model pembelajaran di
pesantren yang cocok adalah kooperatif. Hal itu penulis pandang sebagai salah
satu metode yang tepat untuk mengatasi persoalan pembelajaran matematika yang
ada di pesantren.
Disamping menggunakan metode kooperatif dalam penyajiannya pembelajaran
matematika seharusnya kontekstual yaitu pembelajaran sesuai dengan apa yang
ada. Salah satu pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran berdasarkan
pemecahan masalah. Pembelajaran matematika harus berdasarkan pemecahan masalah
untuk itu dalam pembelajarannya sesuai dengan permasalahan sehari hari supaya
matematika dapat langsung diterapkan. Karena matematika dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari hari diharapkan santri akan lebih mengahargai kegunaan
matematika. Pembelajaran matematika yang pada penerapanya untuk kehidupan
sehari hari akan lebih di mengerti santri karena santri akan terlibat langsung
dalam pembelajaran matematika dengan pengalamanya .
DAFTAR PUSTAKA
Ali Mahmudi. Pengembangan Pembelajaran Matematika.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Pengembangan%20Pemb%20Matematika_1.pdf. Diakses tanggal 25 Desember
2012
Estina Ekawati. 2011. Peran, Fungsi, Tujuan, dan Karakteristik Matematika Sekolah. http://p4tkmatematika.org/2011/10/peran-fungsi-tujuan-dan-karakteristik-matematika-ekolah/. Diakses tanggal 23 Desember 2012
http://astutisetyoningsih.blogspot.com/. Diakses tanggal 26 Desember 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren). Diakses tanggal 20 Desember 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_kooperatif. Diakses tanggal 26 Desember 2012
http://khofif.wordpress.com/2009/01/17/pola-pendidikan-santri-pada-pondok-pesantren/. Diakses tanggal 21 Desember 2012
http://litbang.kemdikbud.go.id/content/09_%20MATEMATIKA%20%28C%29.pdf. Diakses tanggal 25 Desember 2012
Jumrida
husni, 2011. Pendekatan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning). http://jumridahusni.blogspot.com/2011/06/pendekatan-pembelajaran-kooperatif.html.
Diakses 26 desember 2012.
Marsigit. 2011. Elegi
Pemberontakan Pendidikan Matematika 9: School Mathematics. http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_5936.html. Diakses tanggal 23 Desember 2012
Marsigit.2011. Elegi Permintaan
Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika . http://powermathematics.blogspot.com/2010/08/elegi-permintaan-si-murid-cerdas-kepada.html. Diakses tanggal 26 Desember 2012
M. Asrori Ardiansyah. 2011. Pengertian Pondok Pesantren dalam Tinjauan Definif . http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/pengertian-pondok-pesantren-dalam.html. Diakses tanggal 20 Desember 2012
Langganan:
Postingan (Atom)