Selasa, 24 Oktober 2017

pkb matematika kabupaten sleman

pengunjung yang berbahagia, saya akan berbagi ilmu yang didapat dari pkb yang saya ikuti. silahkan download materinya. semoga bermanfaathttps://drive.google.com/open?id=0B1aIbUfZ3rNBakxsRkdYZFAwc3c

Selasa, 08 Januari 2013

REFLEKSI AKHIR TAHUN



Refleksi kuliah filsafat 4 Januari 2013
Refleksi Akhir Tahun
Setiap akhir tahun banyak orang yang bersuka cita untuk menyambut tahun baru. Banyak persiapan yang mereka lakukan tapi banyak yang tidak menyadari bahwa tahun baru itu sejatinya umur yang telah di tetapkan ALLAH pada kita telah berkurang. Akhir tahun sebaiknya kita instropeksi terhadap diri kita , selama tahun 2012 kegiatan apa yang telah kita lakukan, apakah kegiatan yang kita lakukan meningkatkan kualitas hidup kita, apakah kegiatan yang kita lakukan semakin mendekat kepada ALLAH atau sebaliknya. Dengan instropeksi tersebut kita dapat membuat resolusi untuk tahun 2013. Tahun 2013 harus lebih baik dari tahun 2012 supaya kita tidak dianggap orang yang merugi. Untuk itu marilah kita rancang kegiatan untuk tahun 2013. Salah satu rancangan kita dengan giat belajar dan mengikut berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Kegiatan tersebut misalnya mengikuti kegiatan di masjid untuk membentuk kondisi badan dengan makanan dan beribadah yang tertib dan benar. Dengan mengikuti kegiatan tersebut maka kita akan terbentuk karena kita di paksa untuk itu. Misalnya sholat ketika sudah waktunya kita diminta sholat sehingga kita dapat sholat tepat waktu berbeda dengan ketika kita di rumah tidak ada yang menginggatkan kita. Apa yang kita dapatkan kegiatan di masjid tersebut sebaiknya terus kita paksakan dalam kehidupan sehari hari.
Dalam hidup kita harus mengatur pola makan dan pola tidur. Dalam makan islam telah mengajarkan komposisi makanan yaitu 1/3 untuk makanan  1/3 untuk air dan 1/3 untuk makanan. Sehingga dalam makan kita diajarkan supaya sampai kenyang. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yaitu berpuasalah maka kamu akan sehat. Dengan berpuasa organ pencernaan kita akan berhenti untuk istirahat sejenak. Misalnya montor kita kalau selalu kita gunakan maka lama kelamaan akan rusak jika tidak diistirahatkan dan di servis. Begitu pila diri kita. Organ pencernaann juga perlu di istirahatkan dan di servis dengan puasa. Pola tidur juga harus kita atur. Hal tersebut sesuai dengan diciptakan siang dan malam. ALLAH menciptakan malam untuk beristirahat ,tapi seharusnya tidak semalaman suntuk kita istirahat dalam tidur. Karena dalam keheningan malam sesungguhnya sangat baik untuk berdoa untuk itu kita harus memfaatkannya dengan baik.
Ada seorang teladan yang patut kita contoh yaitu Syayidina Umar Bin Khotob karena ia terus berjuang selama hidupnya. Waktu siangnya ia gunakan untuk mengurus umatnya karena ia adalah seorang khalifah. Waktu malamnya ia gunakan untuk minta ampun dan pertolongan ALLAH SWT. Ia adalah sebenar benarnya contoh pemimpin bangsa. Ia rela kurang makan asalkan rakyatnya kenyang, Ia rela kurang tidur asalkan rakyatnya tidur pulas dan masih banyak lagi yang dapat kita contoh darinya. Pribadi tersebut terbentuk karena Ia dibimbing langsung oleh Rosulluloh SAW. Tapi jangan khawatir bagi kita yang tidak dapat bimbingan langsung dari Rosulluloh SAW karena Beliau bersabda umat  yang terbaik adalah umatku yang jauh dariKU tetapi beliau taat menjalankan ajaranya.
Dalam hidup godaan terbesar adalah suatu keriya’an karena riya’ merupakan dosa besar setelah syiri’. Untuk itu dalam setiap perbuatan kita,  kita harus menghindari riya’.
Saya kurang sependapat dengan Prof Marsigit karena beliau lebih senang untuk diam diri di masjid untuk beribadah terus menerus. Dalam hidup di dunia yang kita butuhkan adalah kesimbangan yaitu keseimbangan dunia dan akherat. Jika beliau lebih suka berdoa di masjid terus berarti beliau kurang seimbang. Terus bagaimana dengan kewajibanya sebagai seorang kepala keluarga yang harus mencari nafkah. Hal yang terbaik adalah kesimbangan antara dunia dan akherat. Yaitu kita taat beribadah dan rajin mencari nafkah dan berjuang di jalan ALLAH.
Jika saya mempunyai uang dan kesehatan ijinkanlah aku bertamu di tempatmu yang penuh dengan barokahmu. Yaitu dalam sholat di Masjidmu yang mulia Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dapat berizarah ke tempat kekasihMU Nabi Muhammad SAW. Dapat berdoa di padang arafah ketika musim haji. AMIEN YA ROBBAL’ALAMIN
Mohon maaf jika ada kesalahan
PASA JATI PAMUNGKAS
PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS C
12709251004

Rabu, 02 Januari 2013

Makalah Tugas Akhir




MAKALAH

PENDIDIKAN MATEMATIKA DI PONDOK PESANTERN
Makalah Dibuat Dalam Rangka Melengkapi Tugas-Tugas Perkuliahan Filsafat Ilmu
dari Prof Dr Marsigit M.A.
Tahun  2012 / 2013




 


oleh:

Pasa Jati Pamungkas, S.Pd
12709251004
Kelas c


PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012
 



 
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................... 1
DAFTAR ISI............................................................................................................ 2
PENDAHULUAN.................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ...................................................................................................... 5
KESIMPULAN  ....................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................23





















BAB I
PENDAHULUAN
            Manusia diberi nafsu dan pikiran yang harus kita kembangkan. Dengan hal itu menjadikan manusia berbeda dengan makhluk yang lainnya. Dengan pikiran dan nawa nafsu manusia dapat menjadi makhluk yang paling hina dan makhluk yang paling terpuji, tergantung bagaimana manusia tersebut menggelolanya. Salah satu menggelolanya dengan masuk ke pondok pesantern.
            Pesantren,/ pondok pesantren, atau sering disingkat pondok atau ponpes, adalah sekolah Islam berasrama yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di dalam pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang al-Qur'an dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata bahasa-bahasa Arab. Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri) belajar di sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh pesantren (http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren). Dengan perkembangan zaman maka pesantren juga berkembang sehingga muncul pesantern modern  yang mengabungkan antara pengetahuan keislaman / pelajaran pondok   dengan pengetahuan umum / pengetahuan seperti pada sekolah umum. Di  pesantren modern keilmuan santri akan seimbang antara ilmu agama yang kelak mengantarkan mereka bahagia di akherat dengan ilmu pengetahuan umum yang akan menghantarkan mereka hidup bahagia di dunia. Dengan keseimbangan tersebut banyak orabg tua yang yang menyekolahkan anaknya di pondok pesantren modern . Dengan banyaknya animo dari masyarakat sehingga sekarang bermunculan / berdiri pondok pesantren sehingga banyak dibutuhkan guru untuk mengajar disana tidak hanya guru agama tetapi guru pelajaran umum juga dibutuhkan tidak terkecuali guru matematika.
            Menjadi guru / ustad  di pondok pesantern tidak mudah karena banyak halangan yang dihadapi. Pesantren berbeda dengan sekolah umum karena di pesantern santri tinggal di asrama sehingga ia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Tanggung jawabnya diantara ia harus menyuci dan menyetrika bajunya sendiri jika ia tidak diasrama mungkin sudah dicucikan dan disetrikan orang tua atau di londry. Disamping ia harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri beban pelajaran yang ia jalani berbeda dengan orang yang sekolah di sekolahan umum. Santri di pesantren harus sudah bangun pukul 03.00 untuk sholat tahajud kemudian di lanjutkan dengan sholat subuh dan tahfid ( menghafalkan Al Qur’an )  kemudian sekolah seperti sekolah umum ampai jam 15.00 kemudian ekstra kurikuler sampai jam 17.00 selanjutnya persiapan magrib disusul sholat magrib pengajian dan sholat isya’ makan malam dan belajar mandiri sampai pukul 22.00 baru istirahat di asrama sehingga kegiatan santri termasuk dalam kategori padat. Pelajaran yang diterima santri juga lebih banyak di banding dengan siswa yang sekolah  umum. Jika pelajaran agama di sekolah umum hanya 2 jam perminggu pelajaran agama di pesantern bisa mencapai 20 jam perminggu belum lagi tugas tahfid dan latihan menjadi dai   ( orang yang mengisi pengajian ). Sehingga banyak halangan / rintangan mengajar santri diantaranya anak yang tidur waktu pelajaran, susahnya menerangkan karena banyaknya pelajaran yang dihadapi oleh peserta didik.
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia.( litbang.kemdikbud.go.id). Matematika merupakan pelajaran yang penting untuk kehidupan manusia karena menjadi dasar semua pelajaran sehingga matematika perlu diajarkan dari tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan di universitas.. Disamping menjadi dasar pelajaran yang lain matematika mengajarkan orang untuk dapat berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Sehingga di pesantren juga perlu ada pelajaran matematika.
Pelajaran matematika merupakan momok untuk sebagian orang karena kebanyakan orang telah takut dengan pelajaran matematika sehingga tertanam dalam benak mereka bahwa matematika itu sulit. Karena dalam pikiran siswa matematika sulit maka ia akan sulit mempelajari matematika. Ini sesuai dengan kata bijak ALLAH bersama prasangka hanbanya. Jika orang menggangap matematika sulit maka ia akan kesulitan dalam mempelajari matematika. Disamping dari prasangka siswa bahwa matematika itu sulit , matematika obyeknya abstrak ( tidak dapat dirasakan dengan panca indera) dan diajarkan dengan herarki sehingga jika materi awal siswa tidak jelas maka materi berikutnya ia akan kesulitan.
Pelajaran matematika merupakan momok bagi siswa di sekolahan umum. Penulis yakin matematika merupakan sebagai momok juga untuk santri karena beban santri lebih banyak jika dibanding dengan siswa yang sekolah di sekolahan umum. Supaya matematika tidak jadi momok di pesantren maka  perlu inovasi pembelajaran yang lebih pada saat mengajar matematika di pondok pesantern. Disamping mengadakan perubahan terhadap metode dalam mengajar penulis yakin perlunya merubah mind set / pandangan santri tentang matematika. Mind set santri bahwa matematika itu pelajaran yang sulit bahkan menyeramkan tetapi pelajaran matematika adalah pelajaran yang mengasyikkan.
BAB II
PEMBAHASAN
Pesantren,/ pondok pesantren, atau sering disingkat pondok atau ponpes, adalah sekolah Islam berasrama yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di dalam pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang al-Qur'an dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata bahasa-bahasa Arab. Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri) belajar di sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh pesantren (http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren).
Ada beberapa definisi pondok pensantern  yang dikemukakan oleh beberapa Ahli, antara lain adalah sebagai berikut :
1. Menurut Zamakhsyari Dhofier dalam M. Asrori Ardiansyah
Pesantren adalah sebuah asrama pendidikan tradisional, dimana para siswanya semua tinggal bersama dan belajar dibawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam komplek yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar dan kegiatan keagamaan lainnya. Komplek ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku
2. Menurut Mastuhu dalam M. Asrori Ardiansyah
Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari

3. Menurut Sudjoko Prasojo dalam M. Asrori Ardiansyah
Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara non klasikal, dimana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pesantern atau pondok pesantern adalah lembaga pendidikan yang bernafaskan Islam yang ada di Indonesia untuk memahami, menghayati, mengamalkan ajaran Islam (Tafaqquh Fiddien) dengan menekankan moral agama sebagai pedoman hidup bermasyarakat, yang didalamnya mengandung beberapa elemen yang tidak bisa dipisahkan, yang antara lain kiai sebagai pengasuh sekaligus pendidik, masjid sebagai sarana peribadatan sekaligus berfungsi sebagai tempat pendidikan para santri dan asrama sebagai tempat tinggal dan belajar santri.
Seiring perkembangan zaman, serta tuntutan masyarakat atas kebutuhan pendidikan umum, kini banyak pesantren yang menyediakan menu pendidikan umum dalam pesantren. kemudian muncul istilah pesantren Salaf dan pesantren Modern, pesantren Salaf adalah pesantren yang murni mengajarkan Pendidikan Agama sedangkan Pesantren Modern menggunakan system pengajaran pendidikan umum atau Kurikulum / memadukan pelajaran pondok/ agama  dengan pelajaran umum.

1.      Pesantren salafi

Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut pesantren salafi. Pola tradisional yang diterapkan dalam pesantren salafi adalah para santri bekerja untuk kyai mereka - bisa dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya - dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut. Sebagian besar pesantren salafi menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali. Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari salat shubuh di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam. Pada waktu siang, para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustadz mereka untuk memperdalam pelajaran agama dan al-Qur'an.

2.Pesantren modern

Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, dimana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya). Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah. Pesantren campuran untuk tingkat SMP kadang-kadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA dengan nama Madrasah Aliyah. Namun, perbedaan pesantren dan madrasah terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak  (http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren)
Metode pembelajaran di pesantren ada yang bersifat tradisional, yaitu metode pembelajaran yang diselenggarakan menurut kebiasaan-kebiasaan yang telah lama dipergunakan dalam institusi pesantren atau merupakan metode pembelajaran asli pesantren. Ada pula metode pembelajaran baru (tajdid), yaitu metode pembelajaran hasil pembaharuan kalangan pesantren dengan mengintrodusir metode-metode yang berkembang di masyarakat modern. Penerapan metode baru juga diikuti dengan penerapan sistem baru, yaitu sistem sekolah atau klasikal. Berikut ini adalah metode-metode pembelajaran tradisional yang merupakan metode pembelajaran asli pesantren yaitu:

a. Metode Sorogan
Metode sorogan merupakan kegiatan pembelajaran para santri yang lebih menitik beratkan pada pengembangan kemampuan perseorangan di bawah bimbingan seorang ustadz atau kyai.
b. Metode Bandongan/Wetonan
Berbeda dengan metode sorogan, dalam metode bandongan ini kyai menghadapi sekelompok santri yang masing-masing memegang kitab yang sama. Kyai membacakan, menterjemahkan, menerangkan dan sesekali mengulas teks-teks kitab yang berbahasa Arab tanpa harakat (gundul). Sementara itu, para santri memberikan harakat, atatan simbul-simbul kedudukan kata, memberikan makna di bawah kata (makna gandul), dan keterangan-keterangan lain pada kata-kata yang dianggap perlu serta dapat membantu memahami teks.
c. Metode Musyawarah/Bahtsul Masa’il
Metode ini lebih mirip dengan metode diskusi atau seminar. Para santri dalam jumlah tertentu duduk membentuk halaqah dan dipimpin langsung oleh kyai atau bisa juga santri senior untuk membahas / mengkaji suatu persoalan yang telah ditentukan. sebelumnya.

d. Metode Pengajian Pasaran
Metode pengajian pasaran adalah kegiatan belajar para santri melalui pengkajian materi (kitab) tertentu pada seorang kyai senior yang dilakukan secara terus menerus (maraton) selama tenggang waktu tertentu.
e. Metode Hapalan/Muhafazhah
Metode hapalan ialah kegiatan belajar santri dengan cara menghapal suatu teks tertentu di bawah bimbingan dan pengwasan kyai atau ustadz.
f. Metode Demonstrasi/Praktek ibadah.
Metode demonstrasi atau praktek ibadah ialah cara pembelajaran dengan memperagakan (mendemonstrasikan) suatu ketrampilan dalam hal pelaksanaan ibadah tertentu yang dilakukan secara perorangan atau kelompok di bawah petunjuk dan bimbingan kyai atau ustadz.
g. Metode Rihlah Ilmiyah
Metode rihlah ilmiyah adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan melalui kegiatan kunjungan (perjalanan) menuju ke suatu tempat tertentu dangan tujuan untuk mencari ilmu.
h. Metode Muhawarah/Muadatsah
Metode Muhawarah merupakan latihan bercakap-cakap dengan bahasa Arab, dalam beberapa pondok pesantren juga dengan bahasa Inggris yang diwajibkan oleh pondok kepada para santri selama mereka tinggal di pondok pesantren.
i. Metode Riyadhah
Metode Riyadhah ialah metode pembelajaran yang menekankan pada olah batin yang bertujuan mensucikan hati berdasarkan petunjuk dan bimbingan kyai. (http://khofif.wordpress.com/2009/01/17/pola-pendidikan-santri-pada-pondok-pesantren/)
Penulis hanya membahas matematika di pesantren modern karena di pesantern modernlah matematika diajarkan. Pesantren modern adalah pesantern yang menggabungkan antara materi agama dan materi pengetahuan umum sehingga beban yang harus di bawa santri dua kali lipat di banding siswa yang bersekolah di sekolahan umum yang hanya berkonsentrasi pada ilmu umum.
Penulis sebagai pengajar di pesantren dan pernah mengajar di sekolah umum sehingga mempunyai sedikit pengalaman tentang dunia pesatren dan sekolah umum. Yang penulis bahas di makalah ini adalah pesantern modern yang menggabungkan antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum sedangkan siswanya di panggil santri , gurunya di panggil ustad. Semua santri tinggal di asrama dan  ustadnya ada yang tinggal di asrama. Penulis adalah pengajar di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School yang berada di marangan kalurahan Bokoharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Yonyakarta. Pesantren tersebut masih baru , tapi santrinya sudah mampir di semua pulau  di Indonesia  ada dari pulau Sumatra sampai pulau Irian .
            Penulis sebagai pengajar di pesantren dan pernah mengajar di sekolah umum sehingga mempunyai sedikit pengalaman tentang dunia pesatren dan sekolah umum. Yang penulis bahas di makalah ini adalah pesantern modern yang menggabungkan antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum sedangkan siswanya di panggil santri , gurunya di panggil ustad. Semua santri tinggal di asrama dan  ustadnya ada yang tinggal di asrama. Penulis adalah pengajar di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School yang berada di marangan kalurahan Bokoharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Yonyakarta. Pesantren tersebut masih baru , tapi santrinya sudah mampir di semua pulau  di Indonesia  ada dari pulau Sumatra sampai pulau Irian .
Penulis di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School mengajar matematika kelas 2 SMP dan kelas 2 IPS SMA. Disana kelasnya di bagi menurut jenis kelamin jadi santriwan terpisah dengan santriwati.
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia (litbang.kemdikbud.go.id/).Sedangkan menurut Herman Hudojo dalam Ali Mahmudi  matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungannya yang diatur dengan konsep-konsep abstrak. Sementara Slamet Dajono dalam Ali Mahmudi memberikan 3 macam pengertian elementer mengenai matematika sebagai berikut.
1. Matematika sebagai ilmu pengetahuan tentang bilangan dan ruang.
2. Matematika sebagai studi ilmu pengetahuan tentang klasifikasi dan konstruksi berbagai    struktur dan pola yang dapat diimajinasikan.
3. Matematika sebagai kegiatan yang dilakukan oleh para matematisi
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu yang mendasari perkembangan teknologi struktur-struktur dan hubungannya yang diatur dengan konsep-konsep abstrak dan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh para matematisi.
            Matematika diajarkan dari pendidikan dasar sampai universitas mempunyai tujuan yang penting karena pelajaran ini berbeda dengan pelajaran lainnya. Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah (litbang.kemdikbud.go.id/).

Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu adanya ruang lingkup dalam pelajaran matematika. Ruang lingkup materi matematika adalah aljabar, pengukuran dan geomerti, peluang dan statistik, trigonometri, serta kalkulus.Kompetensi aljabar ditekankan pada kemampuan melakukan dan menggunakan operasi hitung pada persamaan, pertidaksamaan dan fungsi. Pengukuran dan geometri ditekankan pada kemampuan menggunakan sifat dan aturan dalam menentukan porsi, jarak, sudut, volum, dan tranfrormasi. Peluang dan statistika ditekankan pada menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara.Trigonometri ditekankan pada menggunakan perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri.Kalkulus ditekankan pada mengunakam konsep limit laju perubahan fungsi.

Untuk membuat santri lebih menyukai pelajaran matematika kita perlu menceritakan sejarah matematika. Dengan mengetahui sejarah matematika diharapkan santri akan termotivasi dengan pembelajaran matematika karena matematika ilmu bukan wahyu yang datang dari ALLAH. Karena matematika itu ilmu maka ia dapat di pelajari oleh semua orang dan dapat dikembangkan. Dengan dipaparkan sejarahnya santri akan termotivasi belajar matematika supaya dapat menemukan rumus dan namanya di kenang sepanjang masa. Berikut penulis tuangkan sejarah matematika yang di cuplik dari http://astutisetyoningsih.blogspot.com/ sebagai berikut :
A.Secara Geografis

1. Mesopotamia
- Menentukan system bilangan pertama kali
- Menemukan system berat dan ukur
- Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi
   berbentuk baji

2. Babilonia
- Menggunakan sitem desimal dan π=3,125
- Penemu kalkulator pertama kali
- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi
- Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat
- Geometrinya bersifat aljabaris
- Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang
    berkembang
- Sudah mengenal teorema Pythagoras

3. Mesir Kuno
- Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi
- Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM
-Mengenal tripel Pythagoras
- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika
- Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10

4. Yunani Kuno
- Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)
- Pencetus awal konsep nol adalah Al Khwarizmi
- Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan kerucut
- Hipassus penemu bilangan irrasional
- Diophantus penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya merupakan      pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan)
- Archimedes membuat geometri bidang datar
- Mengenal bilangan prima

5. India
- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad
- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran
- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal
- Brahmagyupta menemukan bilangan negatif
- Rumus a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”
- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema Pythagoras,transformasi
   dan segitiga pascal

6. China
- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM
- Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system biner,
  aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus
- Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu
   persamaan   system horner untuk menyelesaikan persamaan Kuadrat

B.Berdasarkan Tokoh

1. Thales (624-550 SM)
Dapat disebut matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau proposisi, dimana tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid. Landasan matematika sebagai ilmu terapan rupanya sudah diletakan oleh Thales sebelum muncul Pythagoras yang membuat bilangan.

2. Pythagoras (582-496 SM)
Pythagoras adalah orang yang pertama kali mencetuskan aksioma-aksioma, postulat-postulat yang perlu dijabarkan ter lebih dahulu dalam mengembangkan  geometri. Pythagoras bukan orang yang menemukan suatu teorema Pythagoras  namun dia berhasil membuat pembuktian matematis.

3. Socrates (427-347 SM)
Ia merupakan seorang filosofi besar dari Yunani. Dia juga menjadi pencipta ajaran serba cita, karena itu filosofinya dinamakan idealisme. Ajarannya lahir karena pergaulannya dengan kaum sofis. Plato merupakan ahli piker pertama yang  menerima paham adanya alam bukan benda.

4. Ecluides (325-265 SM)
Euklides disebut sebagai “Bapak Geometri” karena menemuka teori bilangan dan geometri. Subyek-subyek yang dibahas adalah bentuk-bentuk, teorema Pythagoras,  persamaan dalam aljabar, lingkaran, tangen,geometri ruang, teori proporsi dan lain-lain. Alat-alat temuan Eukluides antara lain mistar dan jangka.

5. Archimedes (287-212 SM)
Dia mengaplikasikan prinsip fisika dan matematika. Dan juga menemukan  perhitungan Ï€ (pi) dalam menghitung luas lingkaran. Ia adalah ahli matematika  terbesar sepanjang zaman dan di zaman kuno. Tiga kaaarya Archimedes  membahas geometri bidang datar, yaitu pengukuran lingkaran, kuadratur dari  parabola dan spiral.

6. Appolonius (262-190 SM)
Konsepnya mengenai parabola, hiperbola, dan elips banyak memberi sumbangan  bagi astronomi modern. Ia merupakan seorang matematikawan tang ahli dalam  geometri. Teorema Appolonius menghubungkan beberapa unsur dalam segitiga.

7. Diophantus (250-200 SM)
Ia merupakan “Bapak Aljabar” bagi Babilonia yang mengembangkan  konsep-konsep aljabar Babilonia. Seorang matematikawan Yunani yang bermukim  di Iskandaria.  Karya besar Diophantus berupa buku aritmatika, buku karangan  pertama tentang system aljabar. Bagian yang terpelihara dari aritmatika  Diophantus berisi pemecahan kira-kira 130 soal yang menghasilkan  persamaan-persamaan tingkat pertama.
Matematika merupakan pelajaran yang menjadi momok maka perlu inovasi pembelajaran yang signifikan. Pembelajaran matematika diantaranya dengan memandang bahwa matematika yang kita ajarkan kepada santri tersebut merupakan matematika sekolah bukan pure mathematics. Ebbutt and Straker dalam marsigit (2011 )mendefinisikan SCHOOL MATHEMATICS, yang kemudian disebut saja sebagai Hakekat Matematika Sekolah sebagai berikut:
1. Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan
2. Matematika adalah kegiatan problem solving
3.Matematika adalah kegiatan investigasi
4. Matematika adalah komunikasi
            Menurut Soedjadi dalam Ali Mahmudi , matematika sekolah tidak sama dengan matematika sebagai ilmu dalam hal penyajiannya, pola pikirnya, keterbatasan semestanya, dan tingkat keabstrakannya. Untuk mempermudah penyampaiannya, penyajian butir-butir matematika harus disesuaikan dengan perkiraan perkembangan intelektual siswa, misalnya dengan menurunkan tingkat keabstrakannya, atau dalam batas-batas tertentu menggunakan pola pikir induktif, khususnya untuk siswa di sekolah tingkat rendah, mengingat mereka belum dapat berpikir secara abstrak dan menggunakan pola pikir deduktif. Dengan demikian maka pembelajaran matematika akan lebih mudah diterima oleh peserta didik. Sehingga peserta didik / santri lari dengan pelajaran matematika karena dalam pembelajaranya memperhatikan tingkat berfikirnya.
Pembelajaran matematika di sekolah tidak hanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan matematika yang bersifat material, yaitu untuk membekali siswa agar menguasai matematika dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun lebih dari itu, pembelajaran matematika juga dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan  matematika yang bersifat formal, yaitu untuk menata nalar siswa dan membentuk  kepribadiannya.
Pembelajaran matematika hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga tidak  hanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan dalam ranah kognitif, tetapi juga untuk  mencapai tujuan dalam ranah afektif dan psikomotor. Pembelajaran matematika yang  baik tidak hanya dimaksudkan untuk mencerdaskan siswa, tetapi juga dimaksudkan  untuk menghasilkan siswa yang berkepribadian baik. Ini sesuai dengan tujuan pesantren yang inggin mencetak santri yang berkepribadian unggul. Sehingga pembelajaran matematika akan menunjang visi dan misi pesantren.  Jika tujuan pembelajaran ini tercapai dan semua pelajaran bertujuan bukan hanya mencerdaskan otak tetapi juga kepribadianya maka di Indonesia akan segera mencetak generasi emas yaitu generasi yang berilmu dan berkepribadian yang unggul sehingga bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa lainnya.
Pembelajaran untuk menciptakan generasi emas seharusnya mempunyai perbedaan dengan pembelajaran yang ada . Pembelajaran seharusnya menyesuaikan dengan keingginan peserta didik / santri. Dengan kita memperhatikan keingginan peserta didik maka peserta didik akan termotivasi dalam pembelajaran yang kita ampun. Disini penulis sampaikan apa harapan siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika yang di kutip dari elegi  permintaan si murid cerdas kepada guru matematika yang di tulis Marsigit yang isinya sebagai berikut :
Guru Matematika:
Wahai muridku, engkau kelihatan berbeda dan kelihatan cerdas. Sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi Guru Matematika di kelasmu maka apakah permintaan-permintaanmu kepadaku?
Murid:
1.Aku menginginkan agar pelajaran matematika itu menyenangkan bagi diriku, memberi semangat kepadaku, dan bermanfaat bagiku.
2.Aku juga ingin bahwa pelajaran matematika itu mudah aku pelajari.
3.Aku harap engkau juga menghargai pengetahuan-pengetahuan yang sudah aku miliki.
4.Aku ingin juga bahwa pelajaran matematika itu mempunyai keindahan, sesuai dengan norma dan     nilai agama.
5.Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaran matematika itu dimulai.
6.Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar matematika.
7. Aku juga ingin engkau agar memberi kesempatan kepada diriku agar aku bisa mempersiapkan psikologis diriku dalam mengikuti pelajaran matematika.
8.Aku juga berharap agar pelajaran matematika itu engkau persiapakan sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas.
9.Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Jika nilaiku jelek, janganlah engkau remehkan diriku, tetapi jika nilaiku terbaik maka janganlah terlalu disanjung-sanjung.
10.Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis.
11. Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi.
12.Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku.
13.Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Kenapa guru, aku belajar matematika musti menunggu hari Selasa, padahal pada hari Selasa yang telah aku tunggu-tunggu terkadang engkau tidak dapat mengajar dikarenakan mendapat tugas yang lebih penting.
14.Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar matematika yang baik.
Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modul-modul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran matematika untukku.
15. Aku ingin sekali tempo juga belajar di luar kelas. Kelihatannya belajar diluar kelas udaranya lebih segar dan menyenangkan.
16.Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri.
17.Aku memohon agar engkau mempercayaiku. Kepercayaanmu kepadaku itu merupakan kekuatan bagiku untuk memperoleh pengetahuanku. Tolong sekali lagi tolong, percayailah diriku, bahwa jika aku diberi kesempatan maka insyaAllah aku bisa.
18.Permintaan terakhirku adalah apakah bisa engkau Guruku, untuk kami yang beraneka ragam, berilah kesempatan untuk mempelajari matematika yang beraneka ragam pula, dengan alat peraga atau fasilitas yang beraneka ragam pula, dengan buku matematika yang beraneka ragam pula, dengan kompetensi yang beraneka ragam pula, dengan waktu yang beraneka ragam pula, walaupun kami semua ada dalam satu kelas, yaitu kelas pembelajaran matematika yang akan engkau selenggarakan.
Demikian guru permohonanku, saya minta maaf atas banyaknya permintaanku karena sesungguhnya permintaanku itu telah aku kumpulkan dalam jangka waktu yang lama. Sampai aku menunggu ada seorang guru yang bersifat terbuka untuk menerima permohonan dan saran dari muridnya.


Inilah sekelumit permintaan siswa yang seharusnya kita fasilitasi dengan baik. Sebagai pendidik kita jangan memandang itu sebagai permintaan yang berlebih. Ini adalah suara hati siswa kita yang sering kita dholimi dan kita aniyaya dengan kuasa kita sebagai guru. Dengan adanya permintaan yang sekelumit itu dorongan kita untuk meningkatkan pembelajaran di kelas. Kita harus instropeksi bagaimana cara mengajar kita selama ini. Semoga ALLAH memberi hidayah kepada kita sehingga menjadi pendidik yang dapat menghantarkan cita cita peserta didik dan pendidik yang selalu di harapkan kehadiranya oleh siswa bukan kehadiran tugas kita .           
Penulis sedikit memaparkan bagaimana / cara mengatasi permintaan siswa seperti yang di ungkapan dalam elegi permintaan murid cerdas kepada guru  matematika. Salah satu permintaan siswa adalah Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri. Untuk mengatasi permintaan siswa tersebut maka siswa menjadi subjek pembelajaran merupakan solusi yang penulis anggap sangat cocok. Dengan siswa menjadi obyek pembelajaran maka pembelajaran akan mengarah ke student center bukan teacher center sehingga peran guru hanya sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar (kbm). Metode yang dapat dipakai antara lain dengan metode kooperatif. Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning merupakan istilah umum untuk sekumpulan strategi pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok dan interaksi antarsiswa Tujuan pembelajaran kooperatif setidak-tidaknya meliputi tiga tujuan pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik , penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan social (http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_kooperatif) . Dengan metode kooperatif maka siswa akan bekerja sama dengan siswa yang lain dalam membangun pengetahuannya sendiri. Dengan metode kooperatif siswa diajarkan bekerja sama dengan orang lain sehingga pada kegiatan di luar sekolah / di kehidupan bermasyarakat dapat diterapkan supaya menjadi anggota masyarakat yang dapat bekerja sama dengan masyarakat lainnya dalam membangun daerah.
Metode pembelajaran kooperatif mempunyai banyak macam diantaranya :
1. Pembelajaran Kooperatif Jigsaw.
2. Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Heads Together).
3. Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions).
4. Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization atau Team Accelerated Instruction).
5. Model Pembelajaran Kooperatif TPS (Think-Pair-Shar).
6. Model Pembelajaran Kooperatif : Picture and Picture.
7. Model Pembelajaran Kooperatif : Problem Posing.
8. Model Pembelajaran Kooperatif : Problem Solving.
9. Model Pembelajaran Kooperatif : (TGT) Team Games Tournament.
10. Model Pembelajaran Kooperatif : CIRC ( Cooperative Integrated Reading and Composition ).
11. Model Pembelajaran Kooperatif : Daur Belajar (Learning Cycle )
12. Model Pembelajaran Kooperatif :CS ( Cooperative Script ).
13. Model pembelajaran kooperatif make a match (mencari pasangan).
14. Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation.
15. Model pembelajaran kooperatif PBL (Problem Base Learning).
16. Model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray ( dua tinggal-dua tamu).
17. Model pembelajaran kooperatif IOC  (inside Outside Circle ).
18. Model pembelajaran kooperatif Snowball throwing.
(Jumridai, 2011).
            Dengan banyaknya model pembelajaran kooperatif sehingga pendidik tinggal memilih mau cara yang mana dalam mengajarkan karena tidak ada metode yang cepat untuk semua materi pelajaran matematika. Pendidik memilih mana metode yang tepat disesuaikan dengan materi yang ada dan fasilitas yang ada. Dengan siswa menjadi subjek pembelajaran dengan tidak langsung kita mengapresiasi salah satu  permintaan murid yaitu aku memohon agar engkau guru mempercayaiku. Kepercayaanmu guru  kepadaku itu merupakan kekuatan bagiku untuk memperoleh pengetahuanku. Dengan kita mempercayakan murid sebagai subjek pembelajaran maka mereka dapat mengkustruk / membangun pengetahuannya sendiri. Siswa akan lebih mengerti matematika jika mereka dapat membangun pengetahuannya sendiri.
            Disamping itu yang harus dilakukan oleh pendidik, dalam elegi  permintaan si murid cerdas di jelaskan ole orang tua berambut putih dalam memfasilitasi permintaan / harapan seorang murid kepada gurunya, guru dapat melakukan diantaranya Hijrahlah, berubahlah, bergeraklah. Dalam hal ini yang disarankan orang yang disarankan oleh orang tua berambut putih kepada semua guru adalah mengubah paradigma :
1.dari transer of knowledge menjadi to facilitate
2.dari directed-teaching menjadi less directed-teaching
3.dari menekankan kepada teaching menjadi menekankan kepada learning
4.dari metode tunggal menjadi metode jamak
5.dari metode yang monoton menjadi metode yang dinamis dan fleksibel
6.dari textbook oriented menjadi problem-based oriented
7. dari UNAS oriented menjadi process-product oriented
8.dari cepat dan tergesa-gesa menjadi sabar dan menunggu
9.dari mewajibkan menjadi menyadarkan
10. dari tanya jawab menjadi komunikasi dan interaksi
11.dari otoriter menjadi demokrasi
12.dari penyelesaian tunggal menjadi open-ended
13.dari ceramah menjadi diskusi
14.dari klasikal menjadi klasikal, kelompok besar, kelompok kecil dan individual
15.dari guru sebagai aktor menjadi siswa sebagai aktor
16.dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa
17.dari mencetak menjadi menembangkan
18.dari guru menanamkan konsep menjadi siswa membangun atau menemukan konsep
19.dari motivasi eksternal menjadi motivasi internal
20. dari siswa mendengarkan menjadi siswa berbicara
21. dari siswa duduk dan menunggu menjadi siswa beraktivitas
22. dari siswa pasif menjadi siswa aktif
23.dari kapur dan papan tulis saja menjadi media dan alat peraga
24.dari abstrak menjadi kongkrit
25.dari inisiatif guru menjadi inisiatif siswa
26.dari contoh oleh guru menjadi contoh oleh siswa
27.dari penjelasan oleh guru menjadi penjelasan oleh siswa
28.dari kesimpulan oleh guru menjadi kesimpulan oleh siswa
29.dari konvensional menuju teknologi
30.dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu
31.dari hasil yang tunggal menjadi hasil yang plural
            Dengan melihat apa yang dipaparkan orang tua berambut putih dalam elegi permintaan murid cerdas kepada guru matematika dan mengikuti perkulihan filsafat setiap hari kamis pukul 13.00 bersama Prof Marsigit penulis mengharapkan ujian nasional bukan sebagai tolak ukur yang utama pembelajaran matematika di Indonesia karena ujian nasional yang jawabanya berupa pilihan ganda membuat anak mementingkan hasil bukan proses. Matematika adalah pelajaran yang mementingkan proses. Dengan proses guru dapat melihat kemampuan siswanya. Jika di sekolah pembelajaranya hanya mementingkan jadi tidak ada bedanya sekolah dengan bimbingan belajar. Bimbingan belajar merupakan produk dari powernow yang inggin merusak bangsa kita dengan mengenalkan metode yang praktis dalam mengerjakan matematika tanpa didasari oleh konsep yang kuat. Dengan metode cepat siswa akan malas mempelajari konsep karena ada cara yang mudah  kenapa harus mempelajari konsep yang sulit. Dengan metode yang praktis siswa akan kesulitan membuktikan suatu teorema atau suatu konsep sehingga bangsa ini sulit unutk berkembang karena pembelajarannya mementingkan hasil bukan proses. Dengan mementingkan proses maka kita dituntut untuk selalu berfikir untuk mencari berbagai cara mengerjakan sehingga kreativitas kita terbentuk. Dengan kreativitas maka kita dapat menemukan berbagai penemuan yang bermanfaat.Untuk itu mari kita rubah pembelajaran kita berdasarkan proses. Dengan berdasarkan  proses maka dapat terbentuk intuisi matematika dalam diri siswa. Dengan intuisi maka siswa dapat menemukan rumus matematika yang baru / penemuan yang lain sehingga namanya akan di kenang sepanjang masa seperti nama tokoh matematika yang ada di atas.











BAB III
KESIMPULAN

Pembelajaran matematika di sekolah umum dan pesantren seharusnya sama karena matematika di berikan kepada semua orang tidak terkecuali santri yang belajar di pesantren. Untuk itu kita sebagai pendidik matematika jangan mendiskriminasikan peserta didik antara yang di pesantren dan di sekolah umum. Tetapi dalam pembelajaranya kita harus patuh dengan aturan / cara pendidikan di pesantren supaya kultur pesantrenya tidak hilang.
            Pesantren modern adalah pesantern yang menggabungkan antara materi agama dan materi pengetahuan umum sehingga beban yang harus di bawa santri dua kali lipat di banding siswa yang bersekolah di sekolahan umum yang hanya berkonsentrasi pada ilmu umum. Untuk itu karena beban yang harus santri alami mengakibatkan sulitnya santri memahami materi yang diajarkan. Untuk itu perlu melihat apa yang diingginkan peserta didik / santri dan guru perlu merubah paradigma dan berinovasi  dalam mengajar di pesantren. Salah satu inovasinya adalah dengan pembelajaran yang menjadikan santri sebagai subyek pembelajaran bukan obyek pembelajaran. Untuk itu model pembelajaran di pesantren yang cocok adalah kooperatif. Hal itu penulis pandang sebagai salah satu metode yang tepat untuk mengatasi persoalan pembelajaran matematika yang ada di pesantren.
Disamping menggunakan metode kooperatif dalam penyajiannya pembelajaran matematika seharusnya kontekstual yaitu pembelajaran sesuai dengan apa yang ada. Salah satu pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran berdasarkan pemecahan masalah. Pembelajaran matematika harus berdasarkan pemecahan masalah untuk itu dalam pembelajarannya sesuai dengan permasalahan sehari hari supaya matematika dapat langsung diterapkan. Karena matematika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari diharapkan santri akan lebih mengahargai kegunaan matematika. Pembelajaran matematika yang pada penerapanya untuk kehidupan sehari hari akan lebih di mengerti santri karena santri akan terlibat langsung dalam pembelajaran matematika dengan pengalamanya .


DAFTAR PUSTAKA
Ali Mahmudi. Pengembangan Pembelajaran Matematika. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Pengembangan%20Pemb%20Matematika_1.pdf. Diakses tanggal 25 Desember 2012

Estina Ekawati. 2011. Peran, Fungsi, Tujuan, dan Karakteristik Matematika Sekolah.    http://p4tkmatematika.org/2011/10/peran-fungsi-tujuan-dan-karakteristik-matematika-ekolah/. Diakses tanggal 23 Desember 2012

http://astutisetyoningsih.blogspot.com/. Diakses tanggal 26 Desember 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren). Diakses tanggal 20 Desember 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_kooperatif. Diakses tanggal 26 Desember 2012
Marsigit. 2011. Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 9: School Mathematics. http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_5936.html. Diakses tanggal 23 Desember 2012

M. Asrori Ardiansyah. 2011.   Pengertian Pondok Pesantren dalam Tinjauan Definif . http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/pengertian-pondok-pesantren-dalam.html. Diakses tanggal 20 Desember 2012