Rabu, 26 September 2012

Guru sumber dosa


Miliki adalah kuasa untuk menjatuhkan sifat. Orang berkuasa kebanyakan salah menggunakan kuasanya. Misalnya kuasa guru kepada muridnya. Oleh sebab itu guru merupakan sumber dosa karena banyak guru yang menyebabkan siswa takut hal tersebut sangat berbeda dengan yang kita kenal guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Misalnya  Guru melabelkan atau memberikan sifat malas kepada siswanya merupakan dosa besar karena belum tentu siswa tersebut malas dan menjatuhkan semangat siswa tersebut. Bagi kita yang inggin menjadi pendidik jangan patah semangat atau mengurungkan niat kita untuk menjadi pendidik karena kita dibutuhkan dan diharapkan hadir di depan siswa kita untuk membantunya mencapai cita cita. Kita dapat mengambil hikmah dalam perkuliahan ini bahwa guru harus selalu merefleksikan setiap kegiatan kita supaya ada peningkatan dan mengurangi dosa turunan kita sebagai guru terlebih lagi kita dipersiapkan untuk menjadi guru matematika yang terkenal menakutkan bagi siswa kita. Sebagai guru matematika yang dianggap menyeramkan dan menakutkan untuk itu diperlukan ikhtiar supaya matematika dianggap pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Supaya kita tidak dianggap kaum fatal kita harus berikhtiar sebaik mungkin. Sebaiknya jalan adalah menyeimbangkan antara takdir dan ikhtiar. Cara kita berikhtiar dalam pembelajaran matematika dengan mengubah metode, gara mengajar, media pembelajaran dll. Berikhtiar saja belum cukup untuk meningkatkan kompentensi kita sebagai guru, ikhtiar harus disertai doa kepada  Tuhan karena Tuhanlah yang maha segalanya. Ya Allah jikalau Engkau telah menakdirkanku sebagai pendidik , takdirkanlah aku sebagai pendidik yang tidak berdosa besar. Amien
PASA JATI
12709251004
Refleksi kuliah filsafat ilmu tanggal 20 September 2012
Pertanyaan
1.      Guru merupakan sumber dosa karena banyak salah mengguanakan kekuasanya, melihat hal itu orang yang tidak berminat menjadi guru. Kalau guru tidak ada maka pendidikan tidak maju maka kita akan meninggalkan generasi yang buruk, hal tersebut bertentangan dengan perintah agama yang menyuruh kita untuk meninggalkan generasi yang terbaik. Bagaimana pendapat bapak ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar