Miliki
adalah kuasa untuk menjatuhkan sifat. Orang berkuasa kebanyakan salah
menggunakan kuasanya. Misalnya kuasa guru kepada muridnya. Oleh sebab itu guru
merupakan sumber dosa karena banyak guru yang menyebabkan siswa takut hal
tersebut sangat berbeda dengan yang kita kenal guru sebagai pahlawan tanpa
tanda jasa. Misalnya Guru melabelkan atau
memberikan sifat malas kepada siswanya merupakan dosa besar karena belum tentu
siswa tersebut malas dan menjatuhkan semangat siswa tersebut. Bagi kita yang
inggin menjadi pendidik jangan patah semangat atau mengurungkan niat kita untuk
menjadi pendidik karena kita dibutuhkan dan diharapkan hadir di depan siswa
kita untuk membantunya mencapai cita cita. Kita dapat mengambil hikmah dalam perkuliahan
ini bahwa guru harus selalu merefleksikan setiap kegiatan kita supaya ada
peningkatan dan mengurangi dosa turunan kita sebagai guru terlebih lagi kita
dipersiapkan untuk menjadi guru matematika yang terkenal menakutkan bagi siswa
kita. Sebagai guru matematika yang dianggap menyeramkan dan menakutkan untuk
itu diperlukan ikhtiar supaya matematika dianggap pelajaran yang mudah dan
menyenangkan. Supaya kita tidak dianggap kaum fatal kita harus berikhtiar
sebaik mungkin. Sebaiknya jalan adalah menyeimbangkan antara takdir dan
ikhtiar. Cara kita berikhtiar dalam pembelajaran matematika dengan mengubah
metode, gara mengajar, media pembelajaran dll. Berikhtiar saja belum cukup
untuk meningkatkan kompentensi kita sebagai guru, ikhtiar harus disertai doa kepada Tuhan karena Tuhanlah yang maha segalanya. Ya
Allah jikalau Engkau telah menakdirkanku sebagai pendidik , takdirkanlah aku
sebagai pendidik yang tidak berdosa besar. Amien
PASA
JATI
12709251004
Refleksi
kuliah filsafat ilmu tanggal 20 September 2012
Pertanyaan
1. Guru
merupakan sumber dosa karena banyak salah mengguanakan kekuasanya, melihat hal
itu orang yang tidak berminat menjadi guru. Kalau guru tidak ada maka
pendidikan tidak maju maka kita akan meninggalkan generasi yang buruk, hal
tersebut bertentangan dengan perintah agama yang menyuruh kita untuk
meninggalkan generasi yang terbaik. Bagaimana pendapat bapak ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar